“Karena banyaknya kendaraan dinas yang lalu lalang, maka kami menggandeng Pol-PP dalam menertibkan Kendaraan Dinas (Kendis). Sedangkan Dinas Perhubungan menertibkan ijin trayek.” Jelas Wowiling. (13/03)
Kata dia, program Operasi Simpatik ini selama 21 hari dari tanggal 01-21 Maret 2017.
“Dari hasil operasi selama dua pekan ini menjaring 10 pengendara roda dua yang menggunakan knalpot racing, 156 masih di berikan pembinaan karena tidak pake helm, SIM dan STNK lupa. Sedangkan kendraan bodong belum ada yang terjaring.” Bebernya.
Kata dia, Dengan penertiban pelanggaran lalu lintas yang ada di Boltim ini akan di lakukan secara terus menerus.
“Operasi ini akan di lakukan secara terus menerus lebih terhadap pengendara harus memakai helm, selain itu surat-surat kendaraan, dan pajak kendaraan itu yang menjadi target utama dalam operasi ini.” Singkat Wowiling.
Program ini pun mendapat tanggapan positif dari tokoh masyarakat Kecamatan Kotabunan Mat Makalalak. Ia, mengapresiasi program polsek dalam penertiban kendaraan lalu lintas.
“Selain itu saya mengaharapkan juga kepada Kapolsek supaya melakukan razia atau operasi di jalan-jalan masuk perkampungan, karena rawannya kecelakaan itu terjadi di jalan-jalan masuk kampung, dan rata-rata anak di bawah umur.” Ujar Makalalak. (***).
Tim Partner: Alfrets (Editor)
