BERINDOS.COM -- Menurut para pakar cinta di Kelas Cinta,
orang yang sekali selingkuh akan selamanya tukang selingkuh. Sebab,
semua orang memiliki potensi untuk selingkuh walaupun tidak merasa
demikian.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa si dia yang sudah
berjanji tidak akan pernah selingkuh lagi tetap mengulang perbuatannya?
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Nature Neuroscience,
hal ini ada hubungannya dengan bagaimana tanggapan otak dan perasaan
manusia terhadap tindakan berbohong.
Untuk mendeteksi hal ini, para peneliti di University College meminta
para partisipan untuk membantu pasangan mereka menebak isi koin dalam
gambar sebuah kaleng yang diburamkan.
Akan tetapi, bila tebakan pasangan tersebut melebihi jumlah koin yang ada, partisipan akan mendapatkan hadiah uang.
Alhasil, para partisipan pun berbohong dan melebih-lebihkan isi kaleng tersebut.
Para peneliti kemudian mengamati amygdala, bagian dari otak yang mengatur emosi, selama partisipan berbohong.
Ternyata, semakin sering partisipan berbohong, reaksi amygdala
semakin menurun yang berarti rasa penyesalan juga semakin berkurang.
Hal ini sama dengan ketika pasangan Anda berbohong mengenai ke mana dia pergi dan siapa yang dia temui.Penulis studi tersebut dan peneliti dari Princeton Neuroscience
Institute, Neil Garrett, mengatakan, mungkin pada saat pertama kali Anda
selingkuh, Anda merasa tidak enak dan bersalah. Namun, di kali
berikutnya, rasa bersalah berkurang dan perselingkuhan menjadi lebih
besar.
Editor : Alfrets
Studi Ungkap Mengapa Tukang Selingkuh Susah Berubah
Written By Berita Indonesia Satu on Rabu, 05 April 2017 | Rabu, April 05, 2017
Label:
Berita Utama,
Opini