Mitra, BERINDOS.com. -- Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar seminar
Budaya Minahasa Tenggara dengan tema “Menapaki Adat dan Budaya Minahasa
Tenggara” yang dilaksanakan di Grand Garden Ratahan pada Senin, (10/4).
Bupati James Sumendap, SH., dalam
sambutannya mengatakan, pelaksanaan Seminar Budaya Mitra jangan hanya sekedar
seremonial saja, tetapi jadikan momentum dalam memurnikan pemahaman tentang
budaya Mitra sekaligus menggali potensi-potensi budaya yang ada di Mitra.
“Jadikanlah
Seminar Budaya Minahasa Tenggara ini sebagai momentum dalam menggali potensi
serta melestarikan budaya Mitra, sebab jika budaya maju maka daerahpun akan
maju,” ucap Sumendap.
Sumendap mengharapkan agar seminar menjadi tonggak awal
dalam pelestarian adat budaya Mitra agar tidak hilang oleh modernisasi karena
sangat penting bagi kita untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda untuk
tetap melestarikan adat budaya sebagai jati diri Mitra yang beragam.
“Adat budaya Mitra merupakan jadi diri kita, penting
untuk melestarikan budaya dan merupakan prioritas dan tanggung jawab bersama, sebab
ini adalah cikal bakal untuk mempererat tali persaudaraan antara etnis yang ada
di Mitra,” ungkap Sumendap.
Kepala Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Desten Katiandago SH mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan seminar
budaya ini menghadirkan tokoh masyarakat dan tokoh adat baik Tonsawang, Pasan
maupun Ponosakan.
“Tujuan seminar ini dilakukan agar
masyarakat dapat memahami dan lebih mengenal adat dan budaya di Mitra, untuk
itu seminar tersebut akan menjadi agenda tahunan agar kita dapat melestarikan
Budaya Mitra,” ujar Katiandago.
Turut
hadir dalam seminar, Asisten III Drs Piether Owu, ME, serta sejumlah Pejabat
Pemkab lainnya. (*/James)
