Mitra, BERINDOS.com. -- Kementrian Agama Kabupaten Minahasa Tenggara
(Mitra) menggelar acara hal bihalal idul fitri 1438 H, yang dilaksanakan di
Kantor Kemenag Mitra, Rabu (13/7).
Bupati James Sumendap, SH dalam sambutannya mengungkapkan
jika seorang pemimpin itu harus berada di tengah-tengah masyarakat dengan tidak
membeda-bedakan agama, suku dan ras.
“Seorang pemimpin harus berbaur dengan seluruh lapisan
masyarakat dan tidak pernah membeda-bedakan suku, agama serta ras. Karena Saya terpilih menjadi pemimpin, itu
karena adanya masyarakat sehingga saya selalu bearda di tengah-tengah
masyarakat dan tetap berlaku adil,” ucap Sumendap.
Sumendap menambahkan jika halal bihalal ini mengingatkan
kembali terhadap perjuangan ketika melalui bulan suci ramadhan, sehingga perlu
memulai dan memperbaiki setiap kekurangan sehingga menjadi manusia yang lebih
baik, tetap rukun dan damai serta Jangan menyimpang dari ajaran yang tertuang
dalam Kitab Suci.
“Marilah kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan, selalu
hidup rukun dan jangan menyimpan dari ajaran Kitab Suci. Karena kekayaan terbesar Mitra adalah baku-baku
bae dan saling menghargai diantara sesama tanpa membedakan agama,” tutur
Sumendap.
Kepala Kantor Kementrian Agama Mitra, Aswin Kiai Demak,M.Pdi.
mengungkapkan jika Halal bi halal merupakan bagian dari kebersamaan antara Kemenag
dengan Pemkab Mitra. Dan sangat berterima kasih kepada Bupati Mitra yang
mendukung penuh kegiatan ini sehingga tetap terjalin silahturahmi dan
sinergitas yang baik.
“Terima kasih kepada Bupati Mitra James Sumendap, SH yang
selalu mendukung sehingga kegiatan Halal Bi Halal ini dapat berjalan dengan baik,
demi terjalinnya silahturahmi dengan pemerintah kabupaten Mitra,” ucap Kiai Demak.
Pada kesempatan itu Bupati menandatangani prasasti kantor Kemenag
Mitra. Turut hadir Ketua MUI Mitra Isak Ntoma, Penceramah Ustad Abdul Latif
Tahir,M.Pdi. juga para imam, pendeta,
gembala, pimpinan lembaga/organisasi keagamaan (Islam dan Kristen), Pejabat
Pemkab, serta pimpinan bank. (*/James)

Posting Komentar